Sabtu, 16 Januari 2021

Pintar2 bermedsos. Gak hoax gak makan bos !?





Gak hoax gak makan boss !!!



 Filterlah apa yang kamu baca dan kamu dengarkan ! Agar kalian tidak membenci dan gelisah dengan hal yang tidak jelas sumbernya !🙏🙏🙏

Selasa, 20 Oktober 2020

Hidup antara pilihan dan tanggung jawab


Hidup sebagai naskah cerita

Menghadapi hidup tidak akan luput dengan pilihan atau dipilihkan, namun semua itu menuntut untuk dipertanggung jawabkan.

Baik ketika lapang hati ataupun dengan keadaan sempit, karna hidup juga adalah sebuah medan perjuangan, anda akan dihadapkan dua pilihan diam serta lapang dada untuk meratapi, Atau memperjuangkan untuk menyelesaikannya dengan baik😉

Keep strong ! Anda ditunggu masa depan dengan segala kesiapanmu




 

Senin, 10 Agustus 2020

Medsos sebagai muara alkohol

     Menyelam tak mesti tenggelam,


    Deri berbagai kalangan yang menjadi penggiat medsos, mulai dari anak anak sampai orang tua zaman ini telah menjadi kebiasaan bahkan kebutuhan untuk mendapatkan berbagai kebutuhan dari medsos,

    Medsos sebagai muara alkohol??


Iya, begitu kira kira, kita sebagai salah satu penggiat medsos, seharusnya bisa memperhatikan kesiapan fisik dan kelengkapan kita,


Ketika penggiat itu tidak dilengkapi dengan keilmuan sebagai parasit, maka ia bagaikan anak kecil yang baru saja keluar dari lingkungan yang berduri serta terbekas luka,  maka akan terasa perih dan bahkan marah marah kepada orang sekitarnya,


Justru itu, jadilah penggiat medsos yang dewasa, agar kesemangatan kita berbuat baik, tidak terdekte oleh  arus yang bisa menenggelamkanmu.


Timika 10/8/20



Jika pengen tahu orang tuanya, lihatlah anaknya !?

 "orang tua merupakan cermin terdekat seorang anak"


  • Nabi Adam

Ayah bijak yang tak henti-hentinya mendampingi kenakalan dan perseteruan anaknya Qabil dan Habil yang sedang berebut Iklima. Meskipun harus berujung pertumpahan darah, namun Ayah Adam tak bosan-bosan membimbingnya dengan bimbingan langsung dari Allah.

  • Nuh

Bahkan Bapak Nuh sendiri yang menyeru dan menghadapi keangkuhan dan arogansi putranya, yang tidak mau bersamanya menaiki perahu Nabi Nuh:

Wahai anakku! Naiklah (ke kapal) bersama kami dan janganlah engkau bersama orang-orang kafir”. (QS 11:42).

  • Lukman Al Hakim

Seorang ayah yang namanya diabadikan Allah dalam Al Quran menjadi nama salah satu surat. Bahkan di dalam surat tersebut banyak tips bagaimana Lukman mengajarkan pada kita seharusnya mendidik anak. Berkaitan dengan akidah, syariah maupun akhlak. Tak ketinggalan, bagaimana kisah Lukmanul Hakim mendidik anaknya tentang bersyukur, menegakkan ibadah terutama salat, tentang adab pergaulan baik, tidak sombong kepada orang tua maupun sesama, dan tentang kesederhanaan. (QS 31:12-19).

  • Nabi Ismail AS dan Nabi Ishaq AS

Keduanya menjadi manusia terpilih. Menjadi nabi dan rasul. Penerus risalah Allah menyebarkan kebaikan dan kebenaran di penjuru dunia. Karakter cerdas, salih, dan takwanya dibentuk oleh ayahnya, Nabi Ibrahim ‘alaihissalam.

Kesalihan Ismail diabadikan dalam Al Quran: “Maka ketika anak itu sampai (pada umur balig) sanggup berusaha bersamanya, (Ibrahim) berkata: “Wahai anakku! Sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah bagaimana pendapatmu?” Dia (Ismail) menjawab, “Wahai ayahku! Lakukanlah apa yang diperintahkan Allah kepadamu, insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar”. (QS 37:102).

  • Nabi Yusuf AS

Penguasa Mesir nan elok rupa dan perangainya. Pemimpin yang berhasil mendampingi rakyatnya melewati musim paceklik berkepanjangan dan membawa bangsanya menikmati kesejahteraan, pribadi dan karakternya yang pemaaf tidak pendendam, tak lepas dari bentukan Nabi Ya’qub ‘alaihissalam.

Quran berkisah: “Apakah kamu menjadi saksi saat maut akan menjemput Ya’qub, ketika dia berkata kepada anak-anaknya, ”Apa yang kamu sembah sepeninggalku?” Mereka menjawab, “Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu, yaitu Ibrahim, Ismail, dan Ishaq, (yaitu) Tuhan Yang Maha Esa dan kami (hanya) berserah diri kepada-Nya”. (QS 2:133).

  • Nabi Muhammad SAW

Walaupun terlahir dalam keadaan yatim tanpa ayah, teladan kemandirian dan kehebatannya pun diajarkan oleh kaum lelaki pengganti ayahnya. Kakeknya Abdul Muthallib dan pamannya Abu Thalib adalah ‘ayah dan guru’ hebat bagi baginda Rasulullah saw.

  • Muhammad Al Fatih, atau Fatih Sultan Mehmet II


Sang penakluk Konstantinopel dan daratan Eropa, karakter dan keterampilannya dibentuk langsung oleh Sultan Murad II, ayahandanya bersama ustaz pengasuhnya Syeikh Syamsuddin. Dan banyak lagi yang lainnya.

Kisah Al Quran tersebut menyiratkan pesan bahwa ayah menjadi pemimpin sekaligus penanggung jawab utama pendidikan anak. Quran memberi teladan bahwa yang harus berbicara tauhid kepada anak adalah Ayah Ya’qub bukan Ibu Ya’qub, yang mendidik akidah dan akhlak adalah Ayah Lukman bukan Ibu Lukman, dan yang mengajarkan semangat kepatuhan kepada Allah adalah Ayah Ibrahim bukan Ibu Siti Hajar.

Dan jangan lupa kalau pun anak-anak harus terlibat dalam pertengkaran yang serius, yang harus melerai dan menghakimi perkelahian anak-anak adalah Ayah Adam bukan Ibu Hawa. Demikianlah kisah-kisah Al Quran yang tetap relevan untuk menjadi panduan ayah-ayah teladan di akhir zaman.

Sekepak sayap

¤Meraungi bumi¤

Untuk meraungi bumi, dimulai dari satu kepakan sayapmu sebagai bukti bahwa kau telah memulainya, serta kemudian kau dituntut untuk menjaga keseimbanganmu,

Namun pertama kali yang perlu kau ketahui adalah bagaimana cara kau menumbuhkan sayapmu dan menguatkannya,

Maka lihatlah sayapmu, sudah siapkah atau bahkan masih belum waktunya

Karna penerbangan yang kan kau tempuh akan menghadapi angin yang cukup menghalangi perjalanmu



Namun itu semua hanyalah sebagai pengukur atas seberapa kuat sayapmu dan seberapa jauh pengalamanmu,

Bahkan tidak hanya angin, terkadang hujanpun menguji seberapa serius gairahmu untuk meraungi bumi ini,


_Maka jadikanlah semua itu hanya sebatas penghalang dan jangan sebagai penghadang yang menghentikanmu_
 
 

Sahabat kecilku, dimanakah kita akan bertemu??

 


Di desa itu
Jauh bertahun tahun dulu,
Disanalah kita bertemu

Didesa yang kita cinta
Penuh dengan canda tawa
Tempat bermain tanpa jeda
Tempat bercerita bersama



Alangkah indahnya masa kecilku dulu,
Menikmati hidup tanpa beban
Berteman penuh persahabatan
Meninggalkan kenangan beribu.

Bersama sahabat kecilku
Berpetualang ke hutan
Mencari seeikat kayu bakar
Dengan hati sangat riang.

"tetaplah berteman dengan sahabat kecilmu, agar kau tau seberapa jauh kau telah beranjak"


 

Sabtu, 08 Agustus 2020

Penggemar dibalik jendelamu

                        Kita bukan siapa-siapa

Kita bukan siapa-siapa
Dan tidak harus menjadi siapa-siapa


Berapa lama lagi
Aku hanya bisa melihatmu serta bersembunyi
DiJendela itulah yang saat itu kau lihat
Aku berdiri menunggumu
Malam, siang, pagi



Apakah pantas ini disebut ingatan
Yang kau lihat bahkan tak pernah kau panggil
Maaf tapi aku tidak pernah menyerah

Kau bertanya puisi kah ini?
Bagiku ini hanyalah kalimat biasa
Kau baca dan kemudian kau hapus
Seperti halnya puisi-puisi yang ingin kau dengar